Berbeda dengan olah raga beladiri lainnya, di bela diri Aikido ada keistimewaan yang bisa didapat dan jumlahnya pun banyak dan beragam. Contohnya adalah bagaimana pengajaran di beladiri ini adalah konsistensi dan disiplin tinggi bagi si praktisi untuk mampu menggerakkan semua kemampuan fisiologis tubuh. Seperti kemampuan menguasai dan menjalani teknis gerak beladiri tidak hanya satu tangan saja tetapi juga kedua-duanya. Dan ini bila dipahami akan melatih secara langsung ataupun tidak langsung kedua belahan otak yang ada.
Seperti diketahui, ketika satu tangan bergerak, kita tidak hanya melihat secara kasat mata, tangan itu bergerak. Akan tetapi, bagaimana otot dan syaraf-syaraf yang ada bisa aktif juga. Sebagai contoh, ketika satu tangan bergerak dan berlatih, hal itu bisa juga melatih otak kortek bagian kiri atau kanan secara tidak langsung dan bila ini melatih kedua tangan maka kedua belahan otak (premisphere dan hemisphere brain) akan terlatih juga. Dampaknya, otak bekerja dengan seimbang dan akan memberikan satu kecerdasan maksimal di si pelaku menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Ini memang seperti sepele dan tidak terasakan namun bagi yang konsisten menjalaninya, pasti akan terasa perubahan yang luar biasa. Kita tahu dengan semakin terlatih secara bersamaan, otak yang kita miliki tidak hanya melulu di seputaran belahan kiri saja, seperti yang selama ini sering diterima dari pengajaran sekolah-sekolah dasar misalnya. Dimana seorang murid atau siswa menjadi hanya maksimal dengan perhitungan, analisa, atau linear saja. Namun ke depan dengan bersamaan terlatihnya otak yang ada pada diri. Seorang praktisi Aikidoka akan memliki kemampuan berpikir analitis juga bisa memiliki satu konsep pembayangan, imaginasi, atau kreativitas yang tinggi. Ini sekali lagi bila dipahami dengan sebaik-baiknya.
Mengapa bisa dikatakan demikian karena yang terjadi pada kenyataan berlatih, seorang yudansa sendiri pun banyak yang belum paham atau makfum akan manfaat ini. Yang mereka kuasai secara pasti adalah pemahaman teknis yang mereka terima dan kuasai selama ini. Karena itu, tidak heran bila kualitas pelatih seperti itu, maka hasil dari pelatihannya pun akan cenderung biasa-biasa saja. Bila saja mereka memahami pelatihan ini dengan baik banyak manfaat-manfaat diluar keteknisan serta beladiri dari serangan saja yang akan didapat. Tetapi, faktor diluar dari konsep beladiri pun akan didapat, seperti terjadinya proses pembentukan keseimbangan berlatih otak kiri dan kanan, teraplikasikannya filosofi beladiri yang ada, serta banyak lagi.
Belum lagi, bila dikaitkan dengan “terapi” pada anak-anak yang mengalai keseimbangan belahan otak, maka beladiri Aikido ini bisa dijadikan satu solusi yang baik. Tidak hanya terapi yang biasa saja tetapi pengaktifan motorik kasar dari si anak bisa terlatih dengan baik. Intinya, bila pemahaman keotakan ini bisa dikuasai, bukan hal yang mungkin bila ke depan, dengan Aikido ternyata bisa jadi solusi kesehatan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kesembuhan terutama berkaitan dengan terapi penyembuhan belahan otak yang kurang seimbang ataupun motori kasar yang menjadi terarah dan terbagi dengan baik di kedua tangannya. Semoga saja ini bisa terealisasi.
Djarot Untuk Aikido Enryukai GT
EARLY VIDEO OF SAITO SENSEI (Iwama) C.1964
4 hari yang lalu





