Selasa, 05 Januari 2010

Berlatih dan Bersenam Otak Secara TIdak Langsung

Berbeda dengan olah raga beladiri lainnya, di bela diri Aikido ada keistimewaan yang bisa didapat dan jumlahnya pun banyak dan beragam. Contohnya adalah bagaimana pengajaran di beladiri ini adalah konsistensi dan disiplin tinggi bagi si praktisi untuk mampu menggerakkan semua kemampuan fisiologis tubuh. Seperti kemampuan menguasai dan menjalani teknis gerak beladiri tidak hanya satu tangan saja tetapi juga kedua-duanya. Dan ini bila dipahami akan melatih secara langsung ataupun tidak langsung kedua belahan otak yang ada.

Seperti diketahui, ketika satu tangan bergerak, kita tidak hanya melihat secara kasat mata, tangan itu bergerak. Akan tetapi, bagaimana otot dan syaraf-syaraf yang ada bisa aktif juga. Sebagai contoh, ketika satu tangan  bergerak dan berlatih, hal itu bisa juga melatih otak kortek bagian kiri atau kanan secara tidak langsung dan bila ini melatih kedua tangan maka kedua belahan otak (premisphere dan hemisphere brain) akan terlatih juga. Dampaknya, otak bekerja dengan seimbang dan akan memberikan satu kecerdasan maksimal di si pelaku menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ini memang seperti sepele dan tidak terasakan namun bagi yang konsisten menjalaninya, pasti akan terasa perubahan yang luar biasa. Kita tahu dengan semakin terlatih secara bersamaan, otak yang kita miliki tidak hanya melulu di seputaran belahan kiri saja, seperti yang selama ini sering diterima dari pengajaran sekolah-sekolah dasar misalnya. Dimana seorang murid atau siswa menjadi hanya maksimal dengan perhitungan, analisa, atau linear saja. Namun ke depan dengan bersamaan terlatihnya otak yang ada pada diri. Seorang praktisi Aikidoka akan memliki kemampuan berpikir analitis juga bisa memiliki satu konsep pembayangan, imaginasi, atau kreativitas yang tinggi. Ini sekali lagi bila dipahami dengan sebaik-baiknya.

Mengapa bisa dikatakan demikian karena yang terjadi pada kenyataan berlatih, seorang yudansa sendiri pun banyak yang belum paham atau makfum akan manfaat ini. Yang mereka kuasai secara pasti adalah pemahaman teknis yang mereka terima dan kuasai selama ini. Karena itu, tidak heran bila kualitas pelatih seperti itu, maka hasil dari pelatihannya pun akan cenderung biasa-biasa saja. Bila saja mereka memahami pelatihan ini dengan baik banyak manfaat-manfaat diluar keteknisan serta beladiri dari serangan saja yang akan didapat. Tetapi, faktor diluar dari konsep beladiri pun akan didapat, seperti terjadinya proses pembentukan keseimbangan berlatih otak kiri dan kanan, teraplikasikannya filosofi beladiri yang ada, serta banyak lagi.

Belum lagi, bila dikaitkan dengan “terapi” pada anak-anak yang mengalai keseimbangan belahan otak, maka beladiri Aikido ini bisa dijadikan satu solusi yang baik. Tidak hanya terapi yang biasa saja tetapi pengaktifan motorik kasar dari si anak bisa terlatih dengan baik. Intinya, bila pemahaman keotakan ini bisa dikuasai, bukan hal yang mungkin bila ke depan, dengan Aikido ternyata bisa jadi solusi kesehatan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kesembuhan terutama berkaitan dengan terapi penyembuhan belahan otak yang kurang seimbang ataupun motori kasar yang menjadi terarah dan terbagi dengan baik di kedua tangannya. Semoga saja ini bisa terealisasi.

Djarot Untuk Aikido Enryukai GT

Berlatih Aikido dan kegembiraan

Relaksasi adalah satu tuntutan yang mesti dipenuhi agar pelatihan Aikido bisa dilakukan dengan optimal. Hal ini bertujuan dengan terjadinya relaksasi/no tension menjadikan penguasaan teknis dan nonteknis oleh si praktisi bisa didapat. Mengapa ini jadi permasalahan? sebab tak jarang dijumpai dengan kondisi dan latar belakang yang beragam dari praktisi Aikido menyebabkan pemahaman awal tentang penguasaan beladiri dari Jepang ini akan berjalan atau berproses lama.

Dalam pelatihan nyata di dojo, tak jarang pemahaman ini bisa dibilang dibelakangkan saja. Artinya, penginstruksian berlatih dan bahkan partnership sudah disosialisasikan. Namun, tidak jarang dijumpai, masih saja banyak Aikidoka yang walaupun sudah berlatih berbulan-bulan, belum memahami dengan baik apa manifestasi dan kaitan relaksasi dengan berlatih  Aikido. Hal ini juga  banyak dijumpai oleh penulis ketika berlatih bersama-sama.

Memang yang lebih memudahkan ketika berlatih adalah dengan melihat, meniru, dan mempraktikan teknis yang diberikan. Itu lebih nyata terlihat dibandingkan dengan memahami filosofi yang kadang buram untuk ditafsirkan dalam bentuk pelatihan. Namun demikian, di situlah letak unik dan menariknya beladiri yang satu ini. Tentunya, terlebih bagi orang yang sudah memiliki dasar berlatih olah raga beladiri lain. Praktis mereka akan banyak memakai latar belakang pemahaman dan pengalaman dalam belajar beladiri.

Dan inilah yang sering terjadi. Walau memang terlihat bisa dikuasai dengan cepat, dengan melihat teknisnya saja, Adalah hal yang sama sekali berbeda dalam realisasinya. Uniknya, beladiri Aikido, selain memakai pola teknis yang beragam, juga dalam beladiri tersebut juga dikenalkan pelatihan dengan inner art/ki yang bisa berjalan bersama dengan pelatihan teknis. Artinya, ketika berlatih tidak hanya teknis semata.Dalam berlatihnya diusahakan sebisa mungkin, penyaluran energi ki yang masuk dan membalur dalam tangan, tubuh dan teknis eksekusi agar hasilnya benar-benar terasakan.

Dan ini juga tidak hanya dilakukan oleh si nage/pengeksekusi/netralisator serangan dari penyerang atau uke. Akan tetapi, uke juga pun berbuat sama yakni memakai energi ki dalam pelatihannya. Walau memang dalam pemegangan lengan atau serangan ada pengalokasian ki yang berbeda dengan nage. Namun demikian, pada pokok intinya adalah relaksasi yang dibangun akan mengarahkan inner art dalam tubuh untuk dapat muncul dan mengalir dalam pengaplikasian teknis.

Sepertinya mudah saja ya teorinya. Terkadang dalam praktis latihan pun cukup perlu proses agar bisa terjadi seperti yang diteori kan. Agar lebih mudahnya, sebaik-baik berlatih Aikido, satu pemahaman relaksasi ini tidak ditinggalkan begitu saja. Karena dengan dasar ini dikuasai, akan terjadi kedahsyatan yang ditimbulkan berkaitan dengan aplikasi Ki dan teknis yang sejalan. Dan yang jelasnya agar relaksasi ini pun bisa timbul, kegembiraan mentalitas pun bisa diawali.

Ini terjadi dan sudah dipraktikan, bahkan pada praktiknya di dojo Aikido GT, ada satu praktisi yang masih belia. Dengan pemikirannya yang lebih santai dan terlihat “fun”, begitu cepat dan bisa diaplikasikan pemahaman nonteknis/ki dan teknis/jurus dalam praktiknya. Walaupun bertahap, hasil dalam berlatih bisa terasakan, dan tentunya oleh orang-orang yang sudah memiliki rasa energi yang sudah terasah.

Alhasil, berlatih Aikido tentunya akan banyak menimbulkan sudut pandang yang beragam. Bagaimanapun, berlatih berharap banyak kebermanfaatan pada diri dan teman berlatih. Pemahaman yang positif akan banyak mengundang dan menghasilkan hasil yang positif juga. Selamat Berlatih.

Djarot MK u Enrykai Aikido GT

Senin, 16 November 2009

e-Artikel baru

Dear All,
Di dunia maya, terdapat banyak artikel atau bahkan buku elektronik gratis tentang Aikido. Banyak diantaranya merupakan tulisan asli, banyak pula yang merupakan hasil scan dari buku-buku Aikido. Saya telah menambahkan artikel-artikel ini ke bagian Artikel di blog ini. Klik link e-articles disidebar kanan blog ini. Anda dapat pula mengaksesnya disini. Artikel-artikel ini terdiri dari beragam topik dan akan sangat membuka wawasan kita tentang Aikido. Semoga bermanfaat.

Jumat, 30 Oktober 2009

AIKIDO WORLD BLOG

Artikel yang menarik tentang tahapan belajar beladiri (dalam bahasa Inggris).

AIKIDO WORLD BLOG : Six Step Process to Learning Martial Arts

Senin, 19 Oktober 2009

Dear All,
Berikut ini adalah undangan Seminar Aikido dan Iado oleh Hironobu Yamada Sensei. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.
- Buntoro -